Dilaporkan oleh Kantor Berita ABNA mengutip Al Jazeera, "Khawaja Muhammad Asif", Menteri Pertahanan Pakistan, dengan mengirimkan pesan di media sosial "X", mengumumkan: "Kesabaran kami telah berakhir dan sekarang kami telah memasuki perang terbuka."
Dengan mengingat kembali upaya Islamabad untuk membangun stabilitas, ia menegaskan: "Pakistan telah mengerahkan segala upayanya untuk menjaga kondisi normal, baik secara langsung maupun melalui negara-negara sahabat, namun meskipun ada upaya diplomatik yang intensif, Taliban kini telah menjadi perwakilan India."
Menteri Pertahanan Pakistan, merujuk pada penarikan pasukan NATO dari Afghanistan, menegaskan: "Setelah penarikan NATO, diharapkan Taliban fokus pada pemulihan perdamaian, tetapi mereka malah mengubah Afghanistan menjadi koloni bagi India."
Dia pada akhirnya berkata: "Afghanistan kini telah mengumpulkan teroris dari seluruh dunia dan mulai mengekspor terorisme."
Asif juga mengingatkan bahwa Pakistan di masa lalu telah menjadi tuan rumah bagi lima juta warga Afghanistan, dan hari ini ratusan ribu warga Afghanistan "mencari nafkah" di tanah negara ini, dan kesabaran Pakistan kini telah habis.
Di sisi lain, "Attaullah Tarar", Menteri Penerangan Pakistan, mengatakan bahwa pasukan negaranya menargetkan posisi pertahanan Taliban di Kabul, Paktia, dan Kandahar.
Menurut pejabat Pakistan ini, 27 posisi Taliban hancur dan 9 posisi dikuasai. Juga dalam operasi ini, 133 pejuang Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 orang terluka.
Menteri Penerangan Pakistan mengatakan bahwa serangan balasan Pakistan terhadap posisi Taliban terus berlanjut.
Your Comment